NAMA = MINTON
FEBRIANSYAH
NIM = I1B118013
PRODI = SASTRA
INDONESIA
KELAS =
R001(GANJIL) 03B
Bumi Dan Alam
Semesta
Semenjak manusia
pertama mendiami dunia ini, yang pertama kali diketahuinya ialah tempat dimana
dia hidup, yang disebut bumi, sedemikian besarnya bumi ini hingga mereka tidak
mengetahui luasnya. Ke mana mereka pergi hanya menemui laut. Bersamaan dengan
itu mereka melihat ada benda yang bercahaya dilangit, memancarkan cahaya dengan
sangat terang, bergeser secara perlahan dari dari timur ke barat dan akhirnya
menghilang dan muncul kembali keesokan harinya. Benda tadi adalah matahari,
setelah gelap kelihatan banyak benda-benda kecil berkelip-kelip, ini disebut
bintang, disamping itu ada benda yang bersinar lembut, berangsur-angsur membesar
dan sesudah bulat penuh, berangsur-angsur mengecil lagi. Bila kita mengamati matahari pada siang hari dan bulan
serta bintang pada malam hari, kita melihat bahwa semua benda langit itu tampak
bergerak mengitari bumi. Kita merasa bahwa bumilah pusat alam semesta ini.
Sulit bagi kita untuk membayangkan bahwa bumi sebenarnya bukan pusat alam
semesta, melainkan merupakan salah satu planet yang mengitari benda planet lain
yang menurut pandangan kita justru bergerak mengitari bumi yaitu matahari.
Dalam perjalanan waktu, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi kemudian diketahui bahwa bumi beserta planet-planet lain mengelilingi
matahari sebagai pusatnya dikenal dengan nama tata surya. Dan matahari beserta
planet-planet itu ternyata hanya salah satu dari sekian banyak tata surya di
dalam galaksi Bhima Sakti dan Bhima Sakti hanyalah salah satu dari sekian
banyak galaksi di alam semesta ini.
A. Alam Semesta
1. Pembentukan Alam Semesta
Pengertian alam
semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah
benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil. Sedangkan makrokosmos adalah
benda-benda yang mempunyai ukuran sangat besar. Para ahli astronomi menggunakan
istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda
langit yang ada di dalamnya. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang berakal budi
dan sebagai penghuni alam semesta selalu tergoda oleh rasa ingin tahunya untuk
mencari penjelasan tentang makna dari hal-hal yang diamati. Dengan diperolehnya
berbagai pesan dan beraneka ragam cahaya dari benda-benda langit yang sampai di
bumi, timbullah beberapa teori yang mengungkapkan tentang terbentuknya alam
semesta. Teori tersebut di kelompokkan menjadi
a. Teori Keadaan Tetap (Steady-state
theory)
Teori ini
berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta
dimanapun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam
semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di
alam semesta selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak
menjauhi satu sama lain. Teori ini menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk
(lahir), tumbuh, menjadi tua, dan akhirnya mati. Jadi, teori ini beranggapan
bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya (tanpa
awal dan tanpa akhir).
Dengan diketahuinya
kecepatan radial galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit,
maka disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat
galaksi tersebut menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju
ke panjang gelombang yang lebih besar yaitu menuju merah yang disebut dengan
pergeseran merah. Hasil penemuan itulah yang menguatkan teori bahwa alam
semesta selalu berekspansi dan berkontraksi. Siklus tersebut diduga berlangsung
dalam waktu 30.000 juta tahun dalam masa ekspansi, terbentuklah galaksi serta
bintang-bintangnya. Ekspansi ini didukung oleh adanya tenaga yang bersumber
dari reaksi inti hidrogen dan akhirnya akan membentuk berbagai unsur lain yang
lebih kompleks.
b. Teori Ledakan Dahsyat (Big Bang Theory)
Teori ini
berlandaskan dari asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai massa
jenis yang sangat besar, karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan
hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat
ledakan. Menurut teori ini ada beberapa massa yang penting selama terjadinya
alam semesta, yaitu:
Ø Masa batas dinding Planck yaitu masa pada
saat alam semesta berumur 10-43 detik berdasarkan hasil perhitungan Panck.
Ø Masa Jiffy yaitu masa pada saat alam semesta
berumur 10-23 detik, dengan jari-jari alam semesta 10-13 cm dengan kerapatnnya
1055 kali kerapatan air.
Ø Masa Quark yaitu masa pada saat alam semesta
berumur 10-4 detik. Pada masa ini partikel-partikel saling bertumpang tindih
dan tidak berstruktur serta diikuti dengan terbentuknya hadron yang mempunyai
kerapatan 109 ton tiap sentimeter kubik.
Ø Masa pembentukan Lipton yaitu masa pada saat
alam semesta berumur 10-4 detik.
Ø Masa Radiasi yaitu masa alam semesta berumur
1 detik sampai satu juta kemudian pada saat terbentuknya fusi hidrogen menjadi
helium mempunyai suhu 109 derajat Kelvin. Pada saat usia alam semesta berumur
105 sampai 106 tahun mempunyai suhu 3000 derajat Kelvin.
Ø Masa pembentukan Galaksi yaitu pada usia alam
semesta 108-109 tahun. Pada saat usia ini galaksi masih berupa kabut pilin yang
berputar membentuk piringan raksasa.
Ø Masa pembentukan tata surya yaitu pada usia
4,6 x 109 tahun.
c. Teori Tidal
Teori ini
diungkapkan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1919.
Menurut teori ini planet itu merupakan percikan dari matahari yaitu seperti
percikan dari matahari yaitu seperti percikan matahari yang sampai kini masih
nampak ada. Percikan tersebut “tidal.” Tidal yang besar yang kemudian akan
menjadi planet itu disebabkan karena adanya dua buah matahari yang bergerak
saling mendekat. Peristiwa itu tentu
sangat jarang sekali terjadi, namun bila ada dua buah bintang yang bergerak
mendekat satu dengan yang lain maka akan terbentuklah planet-planet baru
seperti teori tersebut di atas. Usaha para ilmuwan itu hanyalah sekedar menguji
hipotesis. Setelah teruji, teori itu masih mungkin diperbaiki dengan teori yang
lebih akurat. Namun demikian teori-teori tersebut di atas masih diyakini orang
sampai sekarang.
B. Galaksi
1. Pengertian Galaksi
Galaksi adalah
sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang
(dengan segala bentuk manifestasinya), antara lain bintang neutron dan lubang
hitam, gas dan debu kosmik medium antar bintang, dan kemungkinan substansi
hipotetis yang dikenal dengan materi gelap. Sebagian galaksi berbentuk spiral, seperti Bima Sakti dan Galaksi Andromeda, sedangkan sebagian lagi
berupa gumpalan pekat yang disebut Galaksi Eliptik. Mungkin ada hingga satu
biliun galaksi yang masing-masing beranggotakan jutaan bintang yang dapat
diamati menggunakan teleskop besar.
2. Sejarah Terbentuknya Galaksi
Di awal
terbentuknya alam semesta, galaksi bertabrakan dengan galaksi lain sepuluh kali
lebih sering daripada tabrakan galaksi di masa kini. Kesimpulan ini dibuat
berdasar observasi astronomi sebagai berikut. Kumpulan bintang yang terbentuk
12,6 biliun tahun yang lalu menunjukkan bintang-bintang muda yang berkumpul
pada lokasi-lokasi tertentu di angkasa. Pengamatan terhadap kumpulan
bintang-bintang pada usia alam semesta yang lebih muda, yaitu sekitar 9 biliun
tahun yang lalu, menunjukkan galaksi-galaksi yang
"gelembung-gelembung" tanpa bentuk regular. Akhirnya, pengamatan
terhadap alam semesta yang relatif lebih tua, atau sekitar 5,3 biliun tahun
lalu, menunjukkan kelompok-kelompok bintang dengan bentuk yang jauh lebih jelas
seperti piring spiral ketika mereka saling bertumbukan. Kadang-kadang, galaksi
bertabrakan dalam kelompok dua atau tiga galaksi. Kelompok yang bertumbukan ini
akan menyatu menjadi satu galaksi yang besar. Penemuan ini kemudian disatukan
ke dalam sebuah simulasi yang memberikan kesimpulan yang mengejutkan bahwa
galaksi terbentuk melalui proses tumbukan. Proses tumbukan antar galaksi itu
berlanjut sampai saat ini.
3. Struktur Galaksi
Ruang antara
galaksi hampir kosong, kecuali bagi awan gas intergalaktik. Hanya sebagian
kecil galaksi wujud secara bersendirian dan ia dikenali sebagai galaksi
lapangan (field galaksi). Kebanyakan galaksi terikat oleh daya tarikan
gravitasi dengan beberapa galaksi yang lain. Struktur yang mengandungi sehingga
50 galaksi dipanggil sebagai kelompok galaksi ( groups of galaksi ), dan
struktur mengandungi beribu-ribu galaksi terkandung dalam kawasan beberapa
megaparsec melintang dikenali sebagai gugusan galaksi. Gugusan super
(Supercluster ) adalah satu kumpulan besar bintang yang mengandungi beribu juta
galaksi, dalam gugusan, kelompok, dan kadang-kala bersendirian sepanjang yang
kita ketahui alam sejagat adalah sekata pada skala lebih dari ini. Galaksi kita
merupakan ahli Kumpulan Tempatan ( Local Group ), dan bersama-sama dengan
Galaksi Andromeda menguasainya pada keseluruhannya. Kumpulan Tempatan mengandungi
sekitar 30 galaksi dalam ruang sekitar 10 megaparsecs melintang. Kumpulan
Tempatan merupakan sebagian dari gugusan super tempatan ( Local Supercluster ),
juga dikenali sebagai Virgo Supercluster.
4. Jenis Galaksi
a. Eliptik
Sistem klasifikasi
Hubble membedakan galaksi eliptik berdasarkan tingkat keelipsannya, dari E0
yang hampir berupa lingkaran, hingga E7 yang sangat lonjong. Galaksi tersebut
memiliki bentuk dasar elipsoid, sehingga tampak elips dari berbagai sudut
pandang. Galaksi tipe ini tampak memiliki sedikit struktur dan sedikit materi
antar bintang, sehingga galaksi tersebut memiliki sedikit gugus terbuka dan
laju pembentukan bintang yang lambat. Galaksi tipe ini didominasi oleh bintang
yang berumur tua yang mengorbit pusat gravitasi dengan arah yang acak. Dalam
hal tersebut, galaksi tipe ini mirip dengan gugus bola.
b. Spiral
Galaksi spiral
terdiri dari piringan berupa bintang dan materi antar bintang yang berotasi,
serta gembung pusat yang terdiri dari bintang-bintang tua. Terdapat lengan
spiral yang menjulur dari gembung pusat. Dalam sistem klasifikasi Hubble,
galaksi spiral ditandai sebagai tipe S, diikuti huruf (a, b, atau c) yang
menunjukkan tingkat kerapatan dari lengan spiral dan ukuran dari gembung pusat.
Galaksi Sa memiliki lengan spiral yang kurang jelas dan membelit secara rapat,
serta gembung pusat yang relatif besar. Sedangkan galaksi Sc memiliki lengan
spiral yang terbuka dan gembung pusat yang relatif kecil. Sebagian besar
galaksi spiral memiliki bentuk batang linier yang memanjang ke dua sisi dari
gembung inti, yang kemudian bergabung dengan struktur lengan spiral. Di sistem
klasifikasi Hubble, galaksi ini dikategorikan sebagai SB, dan diikuti huruf (a,
b atau c) yang mengindikasikan bentuk lengan spiralnya. Batang galaksi
diperkirakan merupakan struktur sementara yang disebabkan oleh gelombang kejut
dari inti galaksi, atau karena interaksi pasang surut dengan galaksi lain.
Banyak galaksi spiral berbatang yang berinti aktif, kemungkinan karena adanya
gas yang menuju ke inti melalui lengan spiral. Galaksi Bima Sakti merupakan
galaksi spiral berbatang ukuran besar dengan diameter sekitar 30 kiloparsecs
dan ketebalan sekitar satu kiloparsec. Bima Sakti memiliki sekitar 200 milyar
(2×1011) bintang dengan massa total sekitar 600 juta (6×1011) kali massa
Matahari.
Contoh Galaksi
Spiral Berbatang
c. Tidak Sekata (Irregulars)
Sebagian kecil
galaksi berbentuk tidak sekata artinya galaksi tidak sekata terlihat mempunyai
cara-ciri yang menunjukkan bahwa mereka telah di ganggu.
5. Bimasakti
Bimasakti
adalah galaksi spiral yang besar
termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar 1012 massa matahari,
yang memiliki 200-400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan
ketebalan 1000 tahun cahaya. Jarak antara matahari dan pusat galaksi
diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bima sakti terdapat sistem
tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Diduga di
pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A
dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. Tata surya kita memerlukan
waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali
mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata
surya adalah 217 km/d. Jumlah galaksi di jagad sekarang diperkirakan sekitar
100 miliar galaksi.
Galaksi bima sakti
memiliki dua bagian :
Ø Bagian inti : berada di tengah, berbentuk
mirip bola dengan diameter , berisi sekitar 80 miliar bintang, serta
diperkirakan terdapat lobang hitam yang sangat besar massanya.
Ø Bagian tepi : berisi sekitar 20 miliar
bintang. Tata surya terletak di agak pinggir cakram ini.
Gambaran Terbaru
Struktur Galaksi Bima Sakti
Semula, galaksi
Bima Sakti digambarkan sebagai sebuah struktur spiral dengan empat lengan yang
tersusun atas bintang-bintang, masing masing adalah lengan Norma,
Scutum-Centaurus, Sagittarius, dan Perseus. Selain itu terdapat pula pita gas
dan debu di daerah pusat galaksi. Matahari kita terletak pada sebuah lengan
kecil yang disebut lengan Orion, yang terletak diantara lengan Sagittarius dan
Perseus. Model yang disusun berdasarkan observasi radio tahun 1950-an terhadap
gas-gas dalam galaksi ini bertahan hingga mengalami revisi pada tahun 1990-an. Berdasarkan
hasil dari large infrared sky survey, ditemukan keberadaan pita besar yang
terdiri dari bintang-bintang di tengah galaksi Bima Sakti. Sinar inframerah
dapat menembus debu, dan dengan demikian teleskop yang dirancang untuk
mengumpulkan sinar inframerah dapat melihat lebih jelas kedalam pusat galaksi
yang dipenuhi debu dan aneka macam objek. Berikutnya, pada 2005, para astronom
mulai menggunakan detektor inframerah pada teleskop antariksa Spitzer untuk
memperoleh informasi lebih rinci mengenai pita tersebut. Sekelompok astronom
yang dipimpin oleh Robert Benjamin dari University of Wisconsin menemukan bahwa
pita yang terentang dari pusat Galaksi ke arah luar tersebut lebih luas dan
lebih panjang dibanding yang diperkirakan sebelumnya. Mereka memperoleh citra
inframerah terbaru dari Bimasakti yang menunjukan galaksi ini terentang 130
derajat di sepanjang langit dan satu derajat merentang dari bidang galaksi
menuju ke atas dan bawah. Mosaik ini terdiri dari 800.000 gambar yang diambil
dan menampilkan lebih dari 110 juta bintang. Gambaran terbaru mengenai struktur
Bima Sakti. Dua lengan utama (Scutum-Centaurus dan Perseus) menyatu dengan
ujung pita di pusat galaksi. Dua lengan kecil (Norma and Sagittarius) kelihatan
lebih redup. Matahari kita terletak di Lengan Orion, sebuah lengan kecil yang
berada di antara lengan Sagittarius dan Perseus
C. Tata Surya
1. Pengertian Tata Surya
Surya adalah kata
lain dari matahari. Tata surya berarti adanya suatu organisasi yang teratur
pada matahari. Sistem tata surya yaitu suatu sistim dimana benda-benda langit
beredar mengelilingi Matahari sebagai pusat. Matahari dikelilingi oleh
planet-planet, diantaranya adalah bumi. Planet merupakan benda padat yang
dingin. Planet – planet juga dikitari benda yang lain yaitu satelit. Satelit
dari bumi adalah bulan. Matahari, seperti halnya bintang-bintang yang lain,
dapat dilihat karena memancarkan cahaya sendiri. Planet-planet dan satelit
tidak memancarkan cahaya-cahayanya sendiri. Planet dan satelit dapat dilihat
karena memantulkan cahaya matahari. Dengan mata kasar, planet dapat dibedakan
dengan bintang, karena kedudukan planet selalu berubah dari waktu ke waktu
terhadap bintang-bintang. Planet-planet mengelilingi Matahari melalui lintasan
atau orbit yang bentuknya elips. Dimana Matahari berada dalam salah atau orbit
yang bentuknya elips. Dimana Matahari berada dalam salah satu titik fokusnya.
Peredaran planet mengelilingi matahari disebut gerak revolusi. Disamping itu
planet-planet beredar mengelilingi sumbunya yang disebut rotasi. Adanya gerak
rotasi ini menyebabkan timbulnya peredaran siang dan malam pada planet-planet.
Dilihat dari selatan, gerak revolusi maupun gerak rotasi planet-planet searah
jarum jam, atau dari Timur ke Barat. Waktu untuk satu putaran revolusi disebut
kala revolusi, sedang waktu satu putaran rotasi disebut kala rotasi. Untuk bumi
kala revolusinya dalah 1 tahun (365 1/4 hari) sedang kala rotasi 1 hari (24
jam).
2. Struktur Interior Bumi
Telah diketahui
bahwa bumi adalah salah satu planet bersama-sama dengan planet lain
mengelilingi matahari, berbentuk bola agak elip, dengan jari-jari terbesar di
ekuator dan terkecil di kutub. Bumi bukanlah bola yang pejal, tetapi terdiri
atas lapisan-lapisan yang memiliki sifat fisika dan kimia yang berbeda-beda. Studi
seismologi dengan menggunakan sifat-sifat gelombang gempa dengan teknologi
mutakhir, selain dapat menentukan bidang-bidang batas antar perlapisan, juga
dapat mencitrakan bentuk struktur interior bumi secara lebih detail. Berdasar
studi pembelajaran gelombang seismic, secara umum perlapisan bumi terbagi atas
tiga lapisan besar, yakni : kerak bumi, mantel bumi, inti bumi.
.
Sangat membantu
BalasHapustetap semangat
OKE MAKASIH YA SUDAH MAMPIR
HapusPastinya dongg,thanks ya
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusThankss
HapusPostingannya bagus dan menambah wawasan dalam mengetahui sejarah terbentu nya bumi dan alam semesta serta mahluk hidup yang ada di bumi
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMantappu
BalasHapusSangat bagus dan juga bermaanfaat,langjukan 01 lagi😂😂🤒🤒
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusOKE MAKASIH YA SUDAH MAMPIR
HapusOKE MAKASIH YA SUDAH MAMPIR
BalasHapusTERIMA KASIH BUAT TEMAN-TEMAN YANG SUDAH RELA MAMPIR DIDALAM BLOG SAYA
BalasHapuskeren bermanfaat banget
BalasHapusGood
HapusGood
BalasHapusThanks iban
HapusMenambah wawasan
BalasHapusWihh berfaedah
BalasHapusmakasih ya put
HapusAku suka. Sangat menambah wawasan kita mengenai alam semesta dan yang ada di sekitar nya.... Lanjutkan.... Goodjob
BalasHapusTerima kasih udah mampir di blog saya
HapusKeren blognya sangat membantu sebagai referensi tugas saya, semoga blognya makin banyak pengunjungnya
BalasHapusoke makasih bg
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusLanjutkan mang
siap²
HapusGood bermanfaat terimakasih
BalasHapusThanks yaa
HapusSangat bermanfaat di tunggu postingan selanjutnya. Semangat
BalasHapusmakasih ya udah rela mampir di blog saya
HapusSangat bermanfaat, dan semoga ke depannya bisa lebih baik lagi
BalasHapusamiin
HapusMenambah wawasan.. Bahasanya tidak berbelit-belit.
BalasHapusThanks yaa
HapusTerimakasih blog nya sangat bermanfaat sekali ����
BalasHapusThanks ya udah mampir
HapusMantap praaa
BalasHapusMakasih pra
HapusTerimakasih ilmunya sgt bermanfaat
BalasHapusSama² Makasih udah mampir
HapusLanjutkan...
BalasHapusSiap,makasih udah mampir
HapusSangat menambah wawasan
BalasHapusMakasih udah mampir
HapusWah sangat membantu
BalasHapusTerima kasih ya rela mampir
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusThanks full
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusthanks yaa
HapusIni sangat membantu
BalasHapusThanks yaa udah rela mampir
HapusThanks ya udah mampir
HapusSangat bermanfaat 😊
BalasHapusMakasih banyak ya udah mampir
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusThankss ya udah mampir di blog saya
HapusArtikelnya sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan
BalasHapusThankss ya udah mampir
HapusDari Uraian Artikelnya padat dan sangat menambah wawasan, dan tata bahasanya baik tidak membingungkan membaca.
BalasHapusNitip Link
www.tierra.ml
Kalau mau Informasi Geografi .
Good brother thanks ya udah mampir
BalasHapussangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerima kasih udah mampir,full thanks yaa
HapusArtikelnya bermanfaat menambah pengetahuan,tapi kalo boleh nambahin susunan tata Surya dibuat juga karna yang dibahas alam semesta juga kan. Tapi sudah bagus. Semangat buat artikel yang lain lagi����
BalasHapusSiap,makasih atas saran dan kritiknya,dan makasih udah mampir ya
HapusSuka sekali dengan blogspotnya.. rapi dan nyaman di baca
BalasHapusMakasih yaa udah mampir di blog saya
HapusSangat membantu.. ..
BalasHapusThanks iban udah mampir
HapusGood good
BalasHapusThanks yaa udah mampir
HapusBagus,rapi, bermanfaat
BalasHapusThanks ya udah mampir
HapusGood
BalasHapusMakasih ya dek udah mampir
HapusMantap
BalasHapusMakasih ya udah mampir di blog saya
HapusLnjutkan pak minton
BalasHapusUhhh shee upppp
HapusThankss udah mampir rada
Lnjutkan pak minton
BalasHapusSiap²
HapusBermanfaat
BalasHapusMakasih ya udah mampir
HapusMakasihh infonya
BalasHapusMakasih ya udah mampir
Hapus